Tampilkan postingan dengan label sandwich. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sandwich. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Desember 2010

Roti Bluder Tania, Roti Tradisional Zaman Kolonial Belanda

Roti tradisional zaman kolonial Belanda muncul lagi. Penasaran seperti apa wujudnya? Mari kita simak bersama liputan berikut ini!

Saat mendengar nama roti Bluder Tania, pasti banyak yang belum familiar. Padahal roti ini cukup terkenal di kalangan pecinta roti. Penganan yang merupakan perpaduan cita rasa dan kelembutan roti tradisional ini sudah sangat terkenal sejak zaman kolonial Belanda.

Untuk melestarikan roti Bluder Tania, Billy Widjaja mencoba memperkenalkannya pada masyarakat Jakarta tanggal 28 Februari 2009 di Perumahan Mega Kebon Jeruk Blok E4 No.5, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.

Supaya rasa tetap terjaga, resep roti bluder zaman dulu dipadukan dengan pemilihan bahan-bahan yang bermutu dan berkualitas tinggi, membuat Bluder Tania tetap menghadirkan rasa dan kelembutan seperti resep aslinya.

Asal tahu saja Bluder Tania ini sangat empuk dan kalau disobek terlihat berserat, dan yang pasti tanpa bahan pengawet dan pelembut sama sekali.

Variasi Rasa

Kota Jakarta merupakan kota ketiga yang dirambah roti Bluder Tania. Sebelumnya roti ini sudah diperdagangkan di Surabaya dan Blitar.

Selain menjaga rasa aslinya yang berasal dari Mak Seneng, Bluder Tania Jakarta mencoba lebih kreatif dalam menghadirkan keragaman pilihan bluder dengan penambahan isi seperti choco chips, blueberry, chicken burger, beef-keju, kismis, strawberry, srikaya pandan, dan lain-lain.

Proses pembuatan Bluder Tania sendiri lumayan panjang dan lama. Untuk pembuatan adonannya membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Setelah itu proses pengembangan memakan waktu hingga 6-7 jam tergantung suhu ruang.

Untuk menimbang dan memberi isi pada setiap bluder seperti cokelat, beef, chicken, blueberry, keju, kismis, dan lain-lain, diperlukan waktu antara 1-2 jam.

Setelah itu masih harus menunggu lagi sampai 3-4 jam dalam suhu tertentu agar mengembang sempurna, setelah itu langsung di-oven dengan menggunakan oven tradisional dalam waktu yang tidak terlalu lama (sekitar 20 menit).

Setelah keluar dari oven pun masih menunggu 30 menit lagi agar roti benar-benar dingin untuk bisa dimasukkan ke plastik packing khas Bluder Tania yang menggembung itu.

Untuk pembuatan Bluder Tania ini, Billy menggunakan bahan-bahan dengan kualitas tinggi, seperti tepung terigu Cakra Kembar Mas dan mentega Wysman, tanpa memakai pengawet dan pelembut sama sekali.

"Mengingat Bluder Tania tidak menggunakan pengawet maka tidak bisa di simpan terlalu lama. Keawetan tergantung pada isinya. Untuk isian cokelat, keju, kismis, blueberry, strawberry, dan srikaya bisa bertahan hingga 3-5 hari dengan penyimpanan yang baik. Tetapi untuk chicken burger, beef burger, ayam masak daun bawang, hanya mampu bertahan sekitar antara 2-3 hari saja," ujar Billy.

Kehadiran roti Bluder Tania diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pilihan kuliner masyarakat Jakarta dan sekitarnya


* woman.kapanlagi
Lihat juga : marzano, pizza hut, sandwich

JCO Hadir dalam Manisnya Snowboy & Snowgirl.

JCO sodorkan menu sarapan baru, bukan donat tapi sandwich.

Sarapan merupakan waktu makan paling penting untuk memulai aktivitas sepanjang hari. Untuk itu, makanan yang dikonsumsi sebaiknya juga bisa menyediakan asupan energi yang cukup hingga menjelang waktu lunch.

Memahami kebutuhan sarapan yang sehat dan lengkap, JCO menyajikan menu baru yaitu J.Club Donut Sandwich. Dimulai dari donut reguler J.CO Donuts, donut baby JPOPS, minuman J.COFFEE ataupun J.COOL frozen yogurt, J.Club Donut Sandwich hadir dalam 4 rasa antara J.Club Tuna, J.Club Salami, J.Club Cheese, dan J.Club Omelette.

Tak hanya itu, menu lezat praktis untuk quick breakfast ini juga dilabeli dengan harga yang cukup ringan, yaitu masing-masing hanya Rp.9.000,-.

Dalam rangka memperkenalkan menu terbarunya ini, JCO menyediakan Breakfast Package. Berlaku untuk 4 varian J.CLUB dengan 3 (tiga) pilihan paket J.Club, yaitu:

1 J.Club + Tea/Americano/COD dengan harga Rp19.000
1 J.Club + Hot/Iced Cappuccino dengan harga Rp23.000
1 J.Club + Hot/Iced Chocolate dengan harga Rp27.000.


Kebersamaan dan sukacita Festive season juga menjadi perhatian JCO. Merayakan kemeriahan Natal dan Tahun Baru tahun ini, produk terbaru dari JCO hadir dalam manisnya Snowboy & Snowgirl. Pasangan donat baru ini siap melengkapi keceriaan momen kebersamaan Anda dengan keluarga.

Bagian luar donat dikelilingi oleh sugar ice dan hiasan cokelat. Tak berhenti di situ saja, di dalam tiap gigitannya terdapat filling chocolate yang lezat. Bagi pecinta strawberry, Snow Girl siap jadi donat pilihan favorit. Kedua produk ini tersedia hingga 15 Januari 2011.




* woman.kapanlagi
Lihat juga : marzano, pizza hut

Bernostalgia Sejenak dengan Jajanan Masa Kecil

Kembali memanjakan para food hunters, JW Mariott memboyong beragam jajanan pinggir jalan dari berbagai negara Asia ke salah satu outlet restorannya, Sailendra, dalam The South East Asian Turf


Dari Vietnam, Thailand hingga Malaysia, berbagai jajanan pinggir jalan yang terkenal lezat ini bisa Anda nikmati. Selain itu, Anda tidak perlu menjelajah ke pelosok pulau untuk menikmati ragam kelezatan nusantara. Ada banyak menu–menu tradisional seperti Bacang, Lotek, Karedok, ataupun Rujak Cingur.


Bernostalgia sejenak dengan jajanan masa kecil dulu juga wajar saja di sini. Es Lilin, es Doger serta makanan favorit baso juga tersedia di buffet Sailendra. Selain Teh Tarik dan Thai Ice Coffee yang siap melelehkan dahaga, Anda juga bisa menikmati kesegaran kelapa murni, langsung dari buahnya.

Mencoba mengulang sukses tahun lalu, dua Chef JW Mariott sengaja berwisata kuliner ke beberapa negara–negara Asia untuk membawa rasa otentik makanan favorit pinggir jalan ini. Di Sailendra mereka mengolah menu–menu jajanan tersebut untuk bisa dinikmati oleh para pecinta kuliner Jakarta. Perjalanan kuliner dimulai dengan mencicipi kenikmatan menu–menu Vietnam, kenikmatan otentik Nam Bo Kho (salad tradisional Vietnam yang terbuat dari pepaya) Ada juga Vietnamese Fried Tofu Salad dan Bhan Mi, yaitu sandwich yang sedikit berbau Perancis, dengan potongan chicken liver yang ditaburkan pada mayonais dalam roti Perancis, lengkap dengan beberapa potongan sayur.

Dari Bangkok Anda bisa menikmati ayam kari hijau dari Thailand (Gaeng Kiew Wan Gai), Massaman (menu daging Thailand dengan bumbu khusus). Nikmati juga menu mie khas Thailand, Khao Noom Jeen (mie Thailand dan sup bakso ikan) atau menu nasi bersantan yang khas dalam Khanom Krok. Kemudian area terakhir yang dikunjungi adalah negeri serumpun kita, Malaysia, dengan menu yang khas mulai dari Nasi Kandar Asam Laksa juga Popiah (Penang Vegetables Spring Rolls).

Untuk jajanan jalanan khas Jakarta, Anda bisa memanjakan lidah dengan rangkaian menu mulai nasi goreng, mie goreng hingga masakan Padang lengkap dengan baskom–baskom sayur khas rumah makan Padang yang juga hadir mengisi rangkaian buffet. Saatnya mengajak lidah Anda untuk berpetualang, nikmati perjalanan kuliner dalam kelezatan street food khas negara- negara Asia, yang bisa Anda temukan di Sailendra – JW Mariott Jakarta, mulai 23 Oktober hingga 5 Desember 2010


* woman.kapanlagi
Lihat juga :  marzano, pizza hut

Paduan Tradisional Modern dalam Kreasi Suquet De Peix

Good news bagi Anda pecinta kuliner, karena restoran Italia, Casa D'oro menyuguhkan menu baru yang disajikan oleh Chef Santi Santamaria.


Dalam rangka merayakan kehadiran Jakarta Culinary Festival 2010, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta melalui restoran Italia, Casa D’Oro, menyuguhkan santapan ekslusif dengan sajian 7-course, selama tiga hari dari 5 hingga 7 November 2010, yang akan dijamu oleh chef tersohor dari Catalan, yang juga peraih 3 Michelin Star, Chef Santi Santamaria.

Dengan pengalamannya selama 16 tahun, Santi Santamaria dari Sant Celoni, Barcelona, akan memanjakan para tamu dengan hidangan khasnya serta membuat mereka terpesona karena gaya penyajian yang modern, kreasi hidangan tradisional Catalan dengan menggunakan ramuan bahan-bahan khusus dari Mediterania.

Pengalaman istimewa ini sangat tepat bagi para pencinta kuliner yang ingin menikmati santapan hidangan lezat serta mewah persembahan Santamaria dengan makanan 7-course dinner. Kelezatannya dimulai dari Japanese Scallop “A La Plancha” (Spanish saffron oil and green apple tartar) dilanjutkan dengan rasa luar biasa Red Tomato and Basil Soup (Herb salad toasted bread with Mediterranean sardines).

Hidangan yang akan menggoyang lidah para tamu, Vegetables A La Grecque (Eggplant caviarm wild mushrooms, parmesan flakes and sherry vinaigrette). Perpaduan tradisional dan modern dalam kreasi Suquet De Peix (Potatoes, Catalan sofrito and spinny lobster) dan Wagyu Beef (Shallot confit and polenta cake), Mint and Lemon Granite, merupakan kreasi rasa yang sungguh menggugah selera. Perjalanan kuliner ini diakhiri dengan Fresh Cameralized Mango (Finished in the oven with Szechuan peppecorns).



* woman.kapanlagi
Lihat juga : marzano, pizza hut, sandwich

Makan ala Vegetarian

Beralih mengonsumsi makanan dari jenis daging ke vegetarian memang bukan hal mudah yang dapat dilakukan setiap orang. Terlebih, di Jakarta ini, jumlah rumah makan yang menyajikan makanan khusus vegetarian masih terbilang sedikit. Belum lagi masih banyak orang yang beranggapan bahwa menu vegetarian tidak selezat makanan berbahan daging.

Namun, Rumah Makan Vegetarian Ko Alim, yang berada di kawasan Petak Sembilan, Grogol, Jakarta Barat, memiliki menu khusus berbahan dasar vegetarian. Di warung ini, semua makanan bentuknya menyerupai daging, tetapi berbahan dasar makanan vegetarian yang telah diolah sedemikian rupa.Mengenai aroma dan rasanya, tentu tak kalah dengan aslinya sehingga membuat orang yang pernah mencicipinya menjadi ketagihan. Bahkan, menu yang tersedia di warung makan ini bisa merangsang orang untuk beralih ke menu vegetarian.

Warung makan vegetarian milik Ko Alim memang tidaklah besar seperti restoran. Bentuknya mirip seperti warteg (warung Tegal) sehingga tak banyak orang tahu mengenai warung tersebut. Sebuah etalase kaca yang menjadi tempat pajangan menu makanan tampak terlihat dari luar.Memang tak ada yang berbeda antara menu makanan yang disajikan warung milik Ko Alim dengan makanan dari warung pada umumnya. Yang menjadi pembedaannya adalah warung ini lebih fokus pada penyajian menu makanan jenis vegetarian.“Biasanya orang cenderung memilih makanan daging karena rasanya yang lebih enak. Namun, di sini kami mengakalinya dengan membuat menu daging buatan dengan bahan vegetarian tanpa menghilangkan rasa dan aroma daging aslinya,” kata Alim, Senin (26/4/2010).

Untuk menjerat pelanggannya, selain menjaga kualitas masakannya, Ko Alim juga menawarkan makanan dengan harga yang relatif murah. Dengan begitu, semua lapisan masyarakat dapat membeli aneka menu makanan yang dijualnya.Dikatakan, masakan vegetarian hasil olahannya itu terbuat dari tepung yang dicampur dengan jamur dan rumput laut, serta rempah-rempah sebagai pengganti rasa.

Awalnya semua bahan tersebut dicampur bersama air dan diaduk hingga mengeras. Setelah itu, tepung yang sudah padat kemudian dibentuk kecil-kecil layaknya daging yang disebut gluten. Daging buatan atau gluten yang masih mentah itu kemudian dipanaskan dalam oven atau bisa dibakar. Setelah itu baru diolah menjadi masakan seperti rendang dan sebagainya.Di warung Ko Alim ini juga tersedia mi ayam vegetarian. Daging ayamnya juga dia ganti dengan makanan vegetarian, yakni berbahan jamur cincang


* seruu
Lihat juga : marzano, pizza hut, sandwich

Mi Jawa, Rindu dengan Sentuhan Jawa ?


Jakarta - Kalau rindu dengan sentuhan Jawa coba saja hidangan bakmi satu ini. Dijamin rasa kangen pun langsung luntur karena kelezatannya. Mau bakmi yang 'digodok'atau mau yang digoreng? Bisa dipilih sesuai selera. Makan siang kali ini pasti jadi lebih menyenangkan!

Tampilan bakmi Jawa memang tak berbeda jauh dengan bakmi goreng atau rebus lainnya. Keunikan bakmi ini memang terletak pada cara memasak dan bumbunya. Umumnya bakmi Jawa memakai bakmi kuning atau bakmi putih (bihun) dengan isian daging ayam, kol, daun bawang, irisan tomat dan kekian (seperti adonan bakso) yang dipotong tipis terbuat dari tepung terigu.

Jenis mi yang dipakai adalah mi kuning basah. Umumnya mi Jawa dimasak dengan bumbu 'mlekoh' yang berupa kemiri, bawang merah, bawang putih dan merica. Bumbu yang dihaluskan ini merupakan ciri khasnya sehingga memberi warna sedikit keruh pada kuahnya. Tambahan lain yang wajib ada adalah telur, bisa telur ayam atau telur bebek (seperti mi Jawa gaya Yogya)

Bakmi Jawa disajikan dengan kuah kental sebagai mi rebus dan mi goreng. Minya juga bisa dipadu, mi dan bihun. Biasanya penjual juga menawarkan nasi goreng Jawa dan nasi goreng Magelangan atau nasi ruwet yang berupa campuran bakmi, bihun dan nasi.

Biasanya bakmi Jawa disajikan panas mengepul langsung dari wajan. Pendampingnya adalah acar mentimun, cabai rawit dan kerupuk kanji. Jika menyantap mi Jawa yang panas dan sedap ini dijamin keringatpun mengucur deras. Jika ingin menyegarkan diri dengan santapan khas Jawa yang murah enak ini, silakan mampir ke salah satu warung berikut ini.

Bakmi Jogja Bengawan
Jl. Haji Nawi No.2 (depan SMP Pangudi Luhur)
Jakarta Selatan

Bakmi Jawa Mbah Surip
Jl.Ampera Raya (Sebelah Gg.Kancil dan Gg.Sri Sulastri)

Bakmi Jawa Bumen
Jl. Pejoimpongan
Jakarta

Bakmi Jawa Gareng
Jl. Pakubuwono
Jakarta Selatan


* detikfood

Rabu, 01 Desember 2010

Baby Back Pork Ribs ala Cinta Grill

Jakarta - Dulu, bila sedang berada di Ubud dan ingin makan steak, maka yang muncul di benak pastilah selalu Naughty Nuri's, di seberang Museum Neka. Tetapi, begitu muncul Cinta Grill di Monkey Forest Road, pilihan pun segera beralih.

Pertama, karena tempatnya - di pusat keramaian Ubud - lebih mudah dijangkau. Kedua, karena kualitas layanan jauh lebih baik. Ketiga, karena tempatnya lebih pantas dan lebih nyaman untuk makan steak. Keempat - dan sebetulnya ini merupakan alasan yang mendasari semua alasan lain - karena kualitas steak-nya memang lebih juara.

(Catatan: sebelum saya lupa, sesuai dengan namanya, di belakang restoran ini juga ada fasilitas penginapan yang bagus. Tempatnya persis berseberangan dengan Cafe Wayang yang dikenal banyak orang).

Cinta Grill & Inn ternyata merupakan bagian dari kelompok restoran lainnya - yaitu: Batan Waru, Siam Sally, Terazo - semuanya berkualitas jempolan, dan memiliki karakter khas masing-masing. Tidak heran bila selama di Ubud kita hanya "muter-muter" di tempat-tempat yang pemiliknya sama. Kalau kebetulan melihat pemiliknya - Gusky dan Karen - jangan segan menyapa. Mereka ramah-ramah, kok.

Dari menu grill, pilihannya adalah: baby back pork ribs (Rp 92 ribu), bratwurst (Rp 82 ribu), beef tenderloin (200 gram, Rp 95 ribu), pork tenderloin (Rp 88 ribu), beef gorgonzola burger (Rp 87 ribu), atau grilled chicken (Rp 57 ribu). Semua menu grill dihidangkan dengan grilled veggies, salad, serta pilihan: rice pilaf, corn cob, french fries, cuban black beans, atau nasi putih.

Dari dua pilihan grill yang sudah saya cicipi, keduanya berkualitas mak nyuss!

Jangan khawatir! Bila Anda datang ke sini dengan teman yang tidak suka steak, tersedia Indian vegan curry, South Indian fish curry, grilled vegetables, dan lain-lain. Ada juga berbagai menu tradisional Nusantara, seperti: tipat cantok (ketupat campur khas Bali), soto ayam, opor ayam, nasi goreng, tongseng dengan harga Rp 28-63 ribu.

Selain itu, juga tersedia berbagai pasta dan sandwiches. Jangan lewatkan penne putanesca (Rp 49 ribu) dan fettucinne beef stroganoff-nya (Rp 68 ribu). Di "departemen”"sandwich, juaranya adalah tuna panino melt (Rp 54 ribu) dan smoked marlin open sandwich Rp 44 ribu).

Jangan lupa, bila cuaca panas, minuman pendamping yang cocok di sini adalah ginger fizz. Siropnya dari jahe dan serai, ditambah soda dan es batu. Hmm, mak nyess! Nuansa lokal yang amat menyegarkan. (Bondan Winarno)

Cinta Grill & Inn
Monkey Forest Road
Ubud, Bali


* detikfood
Lihat juga : table8, 

'Gepuk Karuhun' Makanan Khas Sunda

Jakarta - Bogor biasanya menjadi salah satu kota tujuan favorit warga Jakarta di musim liburan sekolah seperti ini. Selain dekat, kota hujan tersebut juga menyimpan banyak tempat tujuan kuliner. Salah satunya adalah gepuk Karuhun yang kondang itu!

Awalnya gepuk merupakan salah satu menu wajib yang dihidangkan golongan masyarakat kelas atas Sunda tempo dulu dalam setiap jamuan makan. Namun kini gepuk bisa dikonsumsi setiap saat baik untuk menu makan siang atau makan malam yang empuk lezat.

Gepuk atau yang biasa disebut empal ini merupakah salah satu olahan daging sapi yang khas. Makanan tradisional tersebut berasal dari Sunda. Dinamakan gepuk karena pada proses pembuatannya daging sapi digepuk-gepuk alias dipukul-pukul hingga mencapai teksur empuk yang diinginkan.

Daging tersebut kemudian diungkep dengan bumbu-bumbu hingga meresap dan kemudian digoreng kering saat akan dinikmati. Taburan bawang goreng dan kelapa parut biasanya turut disajikan untuk menambah rasa khas manis dan gurih dari gepuk tersebut.

Di Bogor salah satu penjual gepuk yang terkenal adalah Gepuk Karuhun. Tidak hanya menjual gepuk lezat tetapi juga ikan balita yang kriuk enak. Awalnya kedua menu tersebut merupakan salah satu menu wajib dari perusahaan catering milik Ny. Tarjono. Seiring waktu menjadi favorit yang banyak dicari orang. Pertimbangan tersebut yang membuat si pemilik membuat usaha gepuk dan ikan balitan yang terpisah dari catering.

"Yang membedakan gepuk ini dari yang lainnya adalah karena gepuk kami memakai resep asli dari kakek dan nenek sang pemilik yang memang asli orang Sunda," terang Edi Suardi, Manager Operasional Gepuk Karuhun.

Ternyata selain memakai daging, bumbu, dan rempah yang berkualitas aspek kehalalan juga menjadi salah satu pertimbangan kedai makanan ini. Hal tersebut terlihat dari komitmen perusahaan yang memasukkan aspek kehalalan sebagai jaminan kualitas. Hal yang sama juga berlaku pada produk lainnya yaitu ikan balita.

Menyangkut aspek kehalalan, kedai makanan yang kini telah menjadi PT. Anofood Prima Nusantara ini sangat terbuka dalam setiap resep dan formula produknya. Oleh karena itu mereka bekerjasama dengan pihak LPPOM MUI Jawa Barat, termasuk dalam hal audit ke supplier bahan-bahan, RPH, dan tempat lainnya.

Kami ingin membuat menu makanan yang enak, lezat, juga halal. Sehingga pengunjung yang datang hendak membeli oleh-oleh merasa aman dan tidak was-was menyangkut aspek kehalalannya," tegas Edi.

Gepuk Karuhun dan Ikan Balita
Jl. Sukasari 1 No.12A, Bogor
Jam Buka Outlet : 08.00 - 21.00 WIB


* detikfood
Lihat juga : burger, tamani, sandwich

Majestyk Bakery, Mencantumkan Serifikat Halal dari LPPOM MUI

Jakarta - Banyaknya bakery yang menawarkan kelezatan roti dan cake membuat konsumen yang peduli akan halal harus lebih teliti dan jeli dalam memilih. Salah satu yang bisa jadi pilihan adalah Majestyk yang telah berdiri sejak 34 tahun silam ini.

Makin banyaknya franchise bakery asing yang menyerbu ibukota memang membuat lebih banyak pilihan bagi konsumen untuk membeli roti dan cake kesukaan mereka. Tetapi diantara banyaknya bakery-bakery yang ada tak banyak yang benar-benar
telah mencantumkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI.

Jika 'halal' menjadi faktor terpenting bagi Anda untuk menentukan pilihan, maka berkunjung ke bakery ini adalah keputusan yang tepat. Majestyk Bakery & Cake Shop bukanlah pemain baru di industri bakery Indonesia. Bakery milk Ibu Farida awalnya berasal dari Medan dan hingga kini telah berdiri selama 34 tahun lamanya.

Perjalanan memperoleh pengakuan halal dari LPPOM MUI sendiri bukanlah langkah mudah yang dilakukan oleh Majestyk Bakery. Mereka membutuhkan waktu sekitar 2 tahun untuk memperoleh sertifikasi halal tersebut. Bagi mereka jaminan untuk memperoleh keyakinan konsumen bahwa mereka menjual produk halal sangatlah penting.

Majestyk Bakery bisa dibilang merupakan salah satu contoh perusahaan yang tidak hanya berhenti pelakukan prosedur halal setelah memperoleh pengakuan halal dari LPPOM MUI. Penerapan Sistem Jaminan Halal alias SJH pun masih dilakukannya hingga kini.

"Kami tak ingin mengecewakan konsumen dalam hal kualitas, termasuk soal kehalalan. Kami coba melakukan prosedur SJH terus-menerus dan tentunya mencantumkan logo halal di setiap gerai dan kemasan roti kami," ujar Ramhayanti, Auditor Halal Internal Majestyk Bakery kepada Jurnal Halal.

Kini Majestyk Bakery telah memiliki kurang lebih 7 gerai di Jakarta dengan gerai pusat yang terletak di Jl. Cipinang Raya. Untuk produknya selain meliputi berbagai aneka jenis roti manis, cake, dan roti tawar, bakery ini juga menawarkan brownies, lapis legit, pastry, kue bika, bolu, dll. Tentunya selain halal dan enak, harganya pun sangat terjangkau. Buktikan saja sendiri!


* detikfoof
Lihat juga : marzano, pizza hut, sandwich

Resep Alternative Sarapan - Toast Tuna

Jakarta - Roti Prancis beroles tuna halus yang gurih enak ini bisa jadi alternative sarapan atau camilan sore hari. Renyah-renyah rasa rotinya dan gurih lembut adonan tunanya. Mau coba?

Bahan:
1 buah roti Prancis, potong menyerong 2 cm
Olesan:
150 g daging ikan tuna kalengan, tiriskan dan haluskan
75 g liver pate
½ sdm air jeruk lemon
3 sdm mayones botolan
1 sdt daun basil segar, cincang halus
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam
Taburan:
10 buah tomat ceri, belah-belah
10 lembar duan basil segar, cincang halus

Cara membuat:

* Panggang roti sebentar dalam oven hingga agak kering.
* Olesan: Campur semua bahan hingga rata.
* Olesi tiap permukaan roti dengan adonan Olesan.
* Beri Taburan.
* Sajikan segera.

Untuk 12 potong


* detikfood
Lihat juga : tamani, marzano, pizza hut

Cafe Batujimbar, Bali

Jakarta - Tempat ini sudah pindah dari lokasi semula di seberang jalan. Sebuah restoran lama yang masih tetap populer hingga saat ini. Di kalangan mereka yang peduli makanan sehat, Cafe Batujimbar dikenal sebagai restoran yang menawarkan sayuran organik.

Sudah 20 tahun lebih saya melanggani BJ (bee jay, begitu nama akrab kafe ini di kalangan penggemarnya), sejak di tempatnya yang lama. Dulu, Keramik Jenggala juga berlokasi di dekat situ, sebelum pindah ke tempatnya yang lebih besar di Jimbaran sekarang. Pemiliknya yang cantik, Ade Wawo-Runtu, kadang-kadang ada di sana untuk menyapa para tamu.

Yang saya sukai dari BJ adalah tawaran menu-nya yang memberi pilihan kuliner lokal maupun internasional. Untuk sarapan, misalnya, pilihan lokalnya antara lain adalah: bubur ayam, bubur manado (tiap hari Minggu), nasi uduk (tiap Sabtu), dan lontong sayur. Kualitas masakannya pun konsisten dan selalu dapat diandalkan.

Untuk makan siang, dari dulu hampir selalu saya memesan Lontong Komplet BJ. Soalnya, "hidangan pinggir jalan” ini ternyata hadir autentik di BJ. Sekalipun tampil resik, tetapi ciri-ciri bumbu yang tampaknya sengaja tidak diulek halus membuatnya mirip home cooking ataupun makanan kaki lima. Rasa trasinya pun dimunculkan cukup ndeso.

Bila sedang ingin makan ringan, BJ Salad merupakan pilihan tepat. Sayur organiknya selalu tampil fresh. Arugula, grilled eggplant, broccoli, cherry tomatoes, sweet corn, wortel, ketimun, buncis diselimuti saus kental honey mustard. Duh, top markotop! Crunchy dan semriwing.

Daftar menu-nya tidak terlalu elaborate, mewakili boga Nusantara, Bali, Asia, dan Continental - sehingga tamu tidak perlu mengernyitkan dahi terlalu lama untuk memilih hidangan yang akan dipesan.

Tempatnya yang cozy membuat Cafe Batujimbar tempat yang tepat round-the-clock. Kapan pun Anda ingini, selalu ada alasan untuk singgah ke BJ. Breakfast, morning coffee, lunch, high tea, dinner, late supper - you name it! Jenis sajian BJ pun sangat mendukung untuk segala macam kebutuhan.

Pastries dan desserts dari BJ juga boleh diacungi jempol. Bila sedang musim mangga, jangan pernah lewatkan mango pie-nya. Bila cuaca panas, minta tambahkan satu scoop es krim vanila. Mango pie a la mode yang pasti membuat Anda termimpi-mimpi. (Bondan Winarno)

Cafe Batujimbar
Jl. Danau Tamblingan 75A
Sanur, Bali


* detikfood
Lihat juga : marzano, pizza hut, sandwich

Sahara Tea dan Jallab - Minuman Promadona di Shisha Cafe

Jika Anda mencari sebuah restoran atau kafe bernuansa kental Timur Tengah, Shisha Cafe bisa menjadi salah satu pilihannya. Karena, tak hanya menyediakan shisha, resto satu ini juga sangat andal untuk urusan makanan dan minuman khas Lebanon.

Bagi sebagian orang, nama Shisha Cafe sudah tidak lagi terdengar asing. Ya, memang restoran kafe bergaya Timur Tengah ini sudah lama melalang buana di kancah kuliner. Selama ini, Shisha Cafe cukup identik dengan menu ‘jawaranya’, shisha, yakni aroma therapy yang berasal dari tembakau khusus minim zat berbahaya yang digunakan dengan cara dihisap layaknya rokok.

“Shisha memang menjadi salah satu menu andalan. Karena itu, kami menjaga baik kualitasnya. Untuk bahan dan alat-alat kami 100 persen impor,” kata Muhamad Nagib Alkaff, pemilik Shisha Cafe, kepada sejumlah wartawan kemarin malam di Shisha Cafe Kemang, Jakarta, 6 September 2009.

Di restoran yang kurang lebih 60 persen pengunjungnya adalah orang asing atau ekspatriat ini, tambah Alkaff, terdapat 30 pilihan rasa shisha, yang mana kebanyakan adalah rasa buah-buahan. Mulai dari apel, anggur, strawberi, semangka, aprikot, kiwi, guava, dan buah lainnya.

“Selain buah-buahan ada juga rasa-rasa spesial seperti rasa permen karet atau bubble gum, moccachino, vanilla, dan sebagainya,” ucap Alkaff.

Namun, mungkin belum banyak orang yang mengetahui bahwa di balik nama Shisha Cafe, restoran kafe ini juga memiliki hidangan khas Lebanon di samping shisha. Padahal, untuk menu makanan dan minuman, Alkaff sengaja mendatangkan konsultan asal Lebanon untuk mengevaluasi (review) makanan dan minumannya per tiga bulan sekali.

Sebut saja Sahara Tea dan Jallab (sari buah kurma). Dua minuman khas Timur Tengah ini menjadi menu minuman primadona di Shisha Cafe, dan cukup pas jika disandingkan dengan shisha.

Untuk menu makanan, selain Shawarma Kebab, yakni kebab dengan irisan daging yang dicampur dengan bumbu khas Timur Tengah, anak perusahaan PT Shisha Internasional ini juga mengunggulkan Lahma Mashwi, lamb grill yang dibuat dari daging betis kambing yang dipanggang dengan bumbu spesial khas Lebanon disajikan lengkap dengan mash potato dan salad yang juga khas Lebanon.

Sementara desert alias makanan penutup, Oom Ali dan Baklawa menjadi menu terpilih, yakni campuran kacang-kacangan yang dipercaya sangat menyehatkan.

Bagi Anda yang penasaran, Shisha Cafe kini memiliki tiga cabang yang bisa Anda kunjungi, yakni Shisha Cafe Kemang, Shisha Cafe Citos, dan Shisha Cafe Menteng.

“Khusus Shisha Cafe Kemang, kami mulai buka pukul 5 sore hingga pukul 1 malam. Kalau weekend bisa sampai jam 2 malam. Berbeda dengan dua cabang lainnya yang perlu mengikuti kebijakan pemilik gedung,” ucap Alkaff.

Menariknya, di Shisha Cafe Kemang, Alkaff menyajikan Belly Dance atau tari perut setiap hari Jumat dan Sabtu sebagai suguhan khusus kepada pengunjungnya. Namun, selama Bulan Ramadhan aktivitas ini ditiadakan sementara.


* kosmo.vivanews

Shabu-Shabu yang Memiliki Cita Rasa Tradisional

HIDANGAN khas Jepang memang memiliki cita rasa tersendiri, baik menu tradisional maupun modern. Nah di Sekai Restaurant, kedua menu ala Jepang tersebut tersaji secara lengkap.

Di Indonesia, menu khas Jepang sudah semakin populer saja. Para penikmat menu ini pun kini semakin gampang mencari menu kesukaan mereka tersebut. Mulai dari menu a la fast food hingga menu resto. Salah satunya adalah Sekai Restaurant. Tak seperti resto lainnya, di sini tersedia tiga pilihan makanan Jepang yaitu shabu, sushi, dan robatayaki. Nama Sekai diambil dari bahasa Jepang yang artinya dunia.

”Maksud dari kata Sekai di sini adalah diharapkan bahwa Sekai Restaurant menjadi restoran yang mendunia,” ucap Restaurant Manager Sekai, Ahmad Isnaeni.

Untuk mencapai impian tersebut, mereka pun terus inovatif meracik menu-menu-nya. Selain menu yang kreatif, mereka juga menyajikan nuansa yang elegan demi kenyamanan bersantap. Restoran yang memiliki 2 lantai dan berkapasitas total 120 kursi ini memiliki interior berupa furnitur yang lebih elegan. Adapun suasana outdoor melengkapi nuansa elegan di dalam ruangan seperti pepohonan, rumput di dinding dan taman, serta kolam yang asri. Dari suasana outdoor itulah, maka kesan santai, nyaman, bersahabat, dan natural akan sangat terasa begitu memasuki Sekai Restaurant.

”Walaupun berada di dalam ruangan, tapi suasana seperti di luar ruangan yang membuat pengunjung semakin nyaman,” ucap lelaki yang akrab disapa Isnen ini.

Restoran yang sudah hadir sejak pertengahan Juni 2005 ini awalnya berlokasi di kawasan Wolter Mangunsidi, Jakarta Selatan. Pada Juni 2010, restoran ini berpindah lokasi ke Jalan Suryo No 30, Senopati, Blok S, Jakarta Selatan. Dikatakan oleh Isnaeni, Sekai Restaurant merupakan restoran yang memiliki konsep unik untuk perpaduan antara Japanese food modern dan tradisional, dan itu terlihat pada menu makanan yang disajikan di sini.

Sebut saja shabu-shabu yang memiliki cita rasa tradisional. Di sini, terdapat tiga pilihan shabu, yaitu shabu all u can eat, dengan pilihan daging Selandia Baru, ada pula shabu ala carte yang menggunakan daging Australia, juga shabu wagyu dengan pilihan daging wagyu impor dari Australia. Untuk pendamping shabu, terdapat dua pilihan saus spesial, yaitu sekai saus dan saus kacang yang bisa dipilih sesuai selera.

”Semua shabu dimasak dengan air spesial, yaitu air konbu, semacam kaldu yang terbuat dari ganggang laut yang berguna juga sebagai penambah rasa,” tutur Kasman, Executive Chef Sekai.

Uniknya lagi, semua shabu diolah di atas kompor elektrik, selain untuk memanjakan tamu, pemilihan kompor ini juga karena lebih aman.

Sedangkan untuk menu tradisional berbaur modern bisa dicoba aneka sushi seperti sushi yang menjadi favorit pengunjung yaitu sekai lover roll. Menu ini dibuat dengan bentuk yang sangat menarik. Mirip perempuan cantik dengan warna yang molek.

Ada juga menu berlabel dragon roll yang dibuat mirip dengan naga. Fushion sushi ini merupakan perpaduan komplet di antaranya berisi nasi sushi dengan alpukat dan nori.

Untuk menu modern, bisa dicoba robatayaki yaitu steak dengan paduan bumbu Jepang. Sekai Restaurant memiliki aneka robatayaki dengan rasa yang beragam dan unik, seperti australia wagyu rib eye steak. Menu ini yang paling favorit karena berporsi besar sekitar 180 sampai 200 gram per menu.

”Sausnya adalah saus Jepang yang dicampur dengan steak sauce, rasanya agak asin,” ucap Kasman.

Ternyata steak yang disajikan tidak hanya daging berbahan dasar sapi saja, tetapi ada juga berbahan dasar ikan seperti sanma shioyaki, yaitu ikan dari lautan Pacific yang dibakar dengan kematangan sesuai selera.

Untuk menu yang paling tradisional dan menjadi unggulan di sini, adalah yakitori yaitu sate tradisional Jepang yang dibakar dengan saus spesial. Jika ingin mencoba, pilih saja fusion tsukune, yaitu sate daging ayam cincang dengan topping yang beraneka ragam sesuai dengan selera pengunjung. Yang menjadikan menu ini modern adalah sausnya yang diolah dengan aneka rasa dan terdapat pilihan yang beragam, yaitu wasabi, katshubushi (ikan kering), keju, abon sapi atau ikan, saus teriyaki, mayonaise, bubuk lada hitam, dan nori (rumput laut).

Restoran yang buka sejak pukul 10 pagi dan tutup pukul 10 malam setiap harinya ini mematok harga yang terjangkau, mulai Rp9.000 sampai Rp245.000, termasuk beberapa menu paket all u can eat dan ala carte.

”Di sini, paket promo all u can eat sushi dan shabu sudah sangat terkenal,” ucap Isnaeni.

Komitmen Sekai adalah menyajikan makanan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau didukung oleh pelayanan yang maksimal untuk memberikan pengalaman yang memuaskan kepada setiap pelanggan. Hal itu terbukti degan adanya pengunjung tetap yang telah dimiliki oleh Sekai Restaurant.

”Orang pemerintahan, bahkan beberapa menteri pernah makan di sini. Artis-artis juga banyak,” ucap Isnaeni.

Penasaran dengan menu-menu favorit yang merupakan perpaduan antara Jepang modern dan tradisional? Segera kunjungi Sekai Restaurant.

Sumber    : kubaca
Lihat juga : table8, sushi tei

Pizza double topping ukuran 12 inch Sangat Renyah

Jakarta - Siapa yang tidak suka dengan pizza? Hampir semua orang menyukainya, apalagi dengan kulitnya yang tipis dan renyah. Pizza double topping ukuran 12 inch ini sangat renyah, dengan taburan keju yang royal dan potongan daging yang enak. Sekali gigit, kres..kres.. lidah pun tak mau berhenti bergoyang!

Sudah dua kali saya melewati warung tenda Meatholic yang ada di kawasan Mampang Prapatan. Warung tenda berwarna putih ini cukup besar dan menarik perhatian orang yang tengah melintasi daerah tersebut, termasuk saya. Warung ini beroperasi belum terlalu lama, baru awal November lalu.

Daripada bosan dengan kemacetan yang panjang di Mampang, saya pun memutuskan mampir untuk 'membenahi' perut malam itu. Meskipun dibilang warung tenda, namun cukup besar. Ada sekitar 7 meja yang bisa menampung 4 orang tiap meja berjajar rapi. Di tiap meja sudah disediakan daftar menu yang bisa langsung dilihat oleh pengunjung.

Menunya belum terlalu banyak, yang mereka sediakan adalah steak dan pizza. Jenis steak nya baru tenderloin dan sirloin dengan tiga pilihan saus; classic BBQ, Mushroom, dan black pepper. Sedangkan pizza nya ada meatholic, triple cheesy, tropical Honolulu pizza dan juga kombinasi.

Steak tenderloin dengan saus mushroom jadi pilihan saya untuk steak dan double topping pizza untuk pizza pilihan saya. Mereka memasak pizza tidak dengan tungku besar, namun menggunakan sebuah oven besar yang berada di bagian depan.

Tenderloin Steak ini tampil sederhana, dengan potongan wortel, buncis, dan juga potongan kentang yang digoreng sebagai side dish nya. Lelehan saus berwarna kecokelatan yang encer dan jejak potongan jamur sangat terlihat di bagian atasnya. Saat dipotong, dagingnya cukup empuk dan juicy. Sayangnya saus jamurnya sedikit asam, namun masih tetap enak disantap dengan dagingnya.

Belum selesai saya menyelesaikan steak ini, pizza saya datang menebarkan aroma yang harum. Perhatian saya langsung beralih ke spiring pizza tipis di hadapan saya kini. Pizza nya cukup lebar, kira-kira 12 inch. Kulitnya tipis terlihat sangat renyah. Bentuknya tidak bulat sempurna, karena memang tidak menggunakan loyang saat dipanggang.

Pizza ini bergaya Italia tradisional meskipun tidak menggunakan tungku saat memanggang seperti aslinya. Saat digigit, kres.. renyah sekali adonannya! Taburan keju cheddar, lelehan keju mozarella terlihat sungguh royal menutupi sebagian pizza. Di sisi lainnya, potongan daging asap, sosis sapi, dan cincangan daging tak kalah royal. Sangat cocok untuk mereka pencinta daging dan keju.

Untuk pizza kelas warung tenda, pizza ini tidak mengecewakan. Renyah, gurih, dan terasa sekali dagingnya dan pastinya porsinya cukup untuk berdua. Saya semakin senang saat membayar, karena pizza double topping ini harganya cukup bersahabat, RP 38.000,00 untuk satu porsi. Dan Rp 32.500,00 untuk tenderloin steaknya.

Hmm.. sepertinya saya menemukan tongkrongan baru buat makan pizza nih, apalagi dengan harga yang cukup ramah di kantong. Meatholic juga bisa jadi target menunggu jalan raya Mampang reda dari kemacetan. Coba Saja!

Meatholic Steak & Pizza
Jl.Mampang Prapatan no 56 E (depan Holland Bakery)
Buka Mulai 19.00 Wib


* detikfood
Lihat juga : marzano, pizza hut, sandwich