Selasa, 30 November 2010

Wisata Kuliner Ekstrem di Beijing

Bagi Anda penikmat wisata kuliner, Beijing mungkin menjadi tempat tujuan yang pas. Di ibu kota Republik Rakyat China ini bertebaran restoran atau rumah makan yang menjajakan segala jenis makanan. Sampai-sampai makanan ekstrem pun tersedia, yakni di kawasan Wangfujing.

Di antara ratusan pertokoan dan mal, di daerah Pasar Baru-nya Beijing ini terdapat deretan warung tenda sepanjang kurang lebih 300 meter dengan aneka ragam jajanan. Pusat jajan ini hanya buka pada malam hari.

Keunikannya adalah sejumlah tenda menyediakan belalang, kalajengking, daging ular, sampai kecoa bakar. Binatang-binatang yang oleh kebanyakan orang dianggap menjijikkan itu ditusuk dengan sebilah bambu mirip satai, kemudian dibakar ketika ada pembeli yang berminat. Harganya pun tidak terbilang murah. Untuk satai berisi empat ekor kalajengking dipatok 15 yuan (sekitar Rp20 ribu).
Beijing juga memiliki restoran ternama, yaitu Restoran masakan etnis Uigur Xinjiang Tiongkok Barat Laut yang berlokasi di kawasan gang timur kota. Dilengkapi alat musik dan perlengkapan kebudayaan berkhas Cina terbelah dalam 4 ruang sengaja ditawarkan bagi pengunjung mereka.

Menu andalannya adalah Sate Kambing dan Sate Sapi Lemon ditambah minuman dan buah-buahan pilihan yang diambil dari daerah otonom etnis Uigur Xinjiang tersebut.



* mediaindonesia
Lihat juga : table8, sushi tei, burger

Sushi - Nasi dan Lauk yang disajikan Mentah

Bagi masyarakat Indonesia, sushi bukan lagi makanan asing. Bisa ditemui hampir di semua restoran Jepang. Sushi merupakan salah satu makanan khas dari 'Negeri Matahari Terbit' yang terdiri dari gulungan nasi, dengan pelengkap makanan laut, daging, dan sayuran. Semua lauk disajikan mentah.

Nasi sushi bercita rasa asam lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula. Kata sushi memiliki arti rasa asam. Sejarah mencatat, kuliner sushi berawal dari kebiasaan masyarakat Jepang, terutama kaum nelayan yang punya kebiasaan mengawetkan ikan dengan menggunakan beras dan cuka pada zaman Edo.

Meski sushi sudah terkenal ke penjuru dunia, di Jepang sendiri masih dianggap sebagai makanan mewah. Karena disajikan mentah, bahan yang digunakan harus benar-benar berkualitas tinggi.

Tidak cukup itu, mengolah sushi juga memerlukan syarat dan teknik tersendiri. Utamanya ialah kebersihan. Di Amerika dan Eropa, juru masak yang membuat sushi diharuskan menggunakan sarung tangan plastik untuk menghindari penempelan berbagai macam mikroba. Setelah selesai diolah, harus segera disajikan dan dimakan.

Cara penyajian yang unik merupakan nilai tambah hidangan Sushi. Dari penataan yang khusus, dilakukan sangat rapi dan menawan, hingga rasanya sangat menggugah selera. Di balik kelezatan sushi tersimpan kekayaan tradisi kuliner Jepang. Pembuatannya membutuhkan teknik tinggi, penyajiannya pun menarik hati.

Dalam teknik pembuatan, tidak semua juru masak menguasai cara membuat sushi. Di Jepang, ahli sushi merupakan profesi terhormat dengan penghasilan tinggi. Pada umumnya disandang kaum pria. Di Jepang, masalah gender memang masih kental.

Namun, ada alasan yang masuk akal untuk kasus ini, yaitu menyangkut suhu tubuh. Penelitian menunjukkan, pada umumnya suhu tubuh pria lebih rendah daripada wanita. Masalah ini berpengaruh pada pembuatan sushi karena bahan seafood mentah sangat rentan dengan perubahan suhu.

Begitulah sushi. Di balik kelezatan rasa, tersimpan tradisi kuliner Jepang yang tinggi. Ingatlah fakta tersebut saat Anda menikmati kelezatannya. Beberapa restoran yang patut dikunjungi sebagai rekomendasi Anda selama di Tokyo adalah Akashi Sushi di 2-20-3 Dogenzaka Shibuya-ku, Bikkuri Sushi di 3-14-9 Roppongi, Minato-ku dan Asano Sushi di 1-8-6 Higashiikebukuro Toshima-ku, Tokyo. Selamat menikmati!


* mediaindonesia
Lihat juga : table8, sushi tei, burger

Resep Paru: Ungkep Paru Pedas

Jakarta - Sekali-sekali boleh juga mencicipi lauk paru-paru yang enak gurih ini. Ada rasa pedas dan semburat yang bikin paru rasanya makin mantap.

Bahan:
500 g paru sapi
750 ml air
2 lembar daun salam
minyak goreng
Haluskan:
5 butir bawang merah
4 siung bawang putih
2 buah cabai merah
1 sdt ketumbar
½ sdt merica butiran
1 sdt garam
50 g gula merah, sisir

Cara membuat:

* Potong-potong paru sapi.
* Rebus paru sapi bersama bumbu dan daun salam hingga empuk dan bumbu mengering. Tiriskan.
* Goreng paru sapi hingga kecokelatan.
* Angkat dan tiriskan.
* Sajikan hangat.


* detikfood

Senin, 29 November 2010

Takoyaki

Takoyaki biasanya dijual sebagai jajanan di pinggir jalan untuk dinikmati sebagai cemilan. Takoyaki biasa dijual dalam bentuk set dengan 1 set berisi 5, 6, 8 hingga 10 buah takoyaki yang disajikan di atas lembaran plastik berbentuk perahu atau dimasukkan ke dalam kemasan plastik transparan untuk dibawa pulang. Sewaktu ada matsuri sering dijumpai kios penjual takoyaki sebesar bola tenis (jambotako) yang menjual takoyaki secara satuan.

Takoyaki dimakan dengan menggunakan tusuk gigi, tapi di Tokyo dimakan dengan menggunakan sumpit sekali pakai. Penjual takoyaki selalu memberikan 2 batang tusuk gigi untuk satu orang, karena takoyaki yang ditusuk dengan sebatang tusuk gigi bisa berputar-putar sewaktu diangkat dan jatuh sebelum masuk ke mulut.

Pada mulanya, takoyaki dijual dengan menggunakan tusukan bambu dengan isi 3 buah per tusuk. Di sekitar tahun 2000 masih bisa dijumpai sebuah kios yang menjual takoyaki dengan tusukan bambu di Prefektur Aichi, tapi sekarang sudah tutup dengan alasan usia lanjut penjualnya.

Harga takoyaki bisa berbeda-beda bergantung wilayah dan kios yang menjual. Satu set berisi 5-8 buah takoyaki biasa dihargai antara 200 yen hingga 400 yen. Di daerah Kansai, harga bisa menjadi lebih murah akibat persaingan ketat di antara penjual.

Di zaman Taisho sudah dijumpai kios pasar kaget yang menjual Choboyaki berupa goreng tepung terigu dengan isi konnyaku yang merupakan cikal bakal takoyaki. Choboyaki berkembang menjadi Rajioyaki yang berisi urat sapi dan bagian daging murah yang lain. Penganan disebut "rajioyaki" karena bentuknya yang bulat-bulat seperti tombol radio transistor pada waktu itu.

Di tahun 1933, kios takoyaki bernama Aizuya menjual Nikuyaki yang merupakan variasi rajioyaki yang diisi dengan daging sapi. Di tahun 1935, kios Aizuya yang mengambil ide dari Akashiyaki mulai mengisikan gurita dan telur ke dalam rajioyaki dan menyebutnya sebagai takoyaki.

Di sekitar tahun 1965-an, kios pasar kaget yang menjual takoyaki mulai bermunculan di daerah Kanto. Di pertengahan dekade 1990-an, Tokyo mengalami demam takoyaki yang dimulai oleh kios takoyaki bernama Kyōtako di daerah Shibuya. Di daerah Kyushu, perusahaan bernama Hatchandō menjual takoyaki secara keliling tapi sekarang berubah menjadi perusahaan penjual takoyaki sebagai makanan beku.

Sekitar tahun 2000, kios bernama Gindako yang berasal dari kawasan pasar Tsukiji, Tokyo sukses dengan sejumlah toko cabang yang dibuka di seluruh Jepang hingga bisa membuat makanan ringan dengan rasa takoyaki.



* wikipedia

Sushi atau Sashimi khas Nagoya

Jika Anda datang ke Nagoya, jangan hanya mencicipi sushi atau sashimi. Jadi, jika Anda ingin menikmati hidangan Jepang yang berbeda, datang saja ke Fu Rai Bo yang terletak berlawanan dari arah Matsuzakaya, Jepang. Jarak dari JR Nagoya ke Fu Rai Bo hanya beberapa km. Restoran ternama ini pertama kali dibuka di Nagoya, Jepang selama lebih dari 35 tahun dan sudah merabah lebih dari 80 lokasi di dunia, termasuk Indonesia.

Keistimewaan menu khas Fu Rai Bo terbuat dari olahan berbahan ayam. Sebagai pemikat para pengunjung, hidangan paling populer yang sangat tepat adalah Tebasaki chicken atau sayap ayam goreng ala Jepang. Meski demikian, tersedia pula olahan daging sapi dan makanan laut. Anda bisa memilih sesuai selera, dari sekitar 65 menu yang tersedia.

Rasanya renyah, asin, manis, dan pedas. Seluruh bumbu terasa menyatu, menghasilkan citarasa khas yang sulit dilupakan. Apalagi ditambah dengan rasa gurih dan harum dari taburan biji wijen.

Bagi penggemar ikan, cobalah hanpen cheese. Pempek ala Jepang ini terbuat dari irisan kulit ikan dan keju yang kemudian dibungkus tepung dan digoreng. Disajikan dengan shoyu, kecap asin Jepang.

Soal harga, Fu Rai Bo memberi tawaran yang variatif. Seporsi tebasaki chicken dengan tujuh sayap ayam sekitar Rp200.000,-. Sedangkan hanpen cheese bisa mencapai Rp250.000 per porsi.

Untuk minuman khas Jepang, cobalah sochu. Terbuat dari rice wine, dengan aneka rasa buah segar seperti lemon, apel, anggur, jeruk, pisang, melon, dan fruitpunch. Segelas sochu segar bisa dinikmati pula di setiap Restaoran Fu Rai Bo. Anda juga bisa memesan minuman lain seperti aneka jus, teh, dan kopi.


* mediaindonesia
Lihat juga : marzano, pizza hut, sandwich

Samgyetang

Samgyetang adalah sup ayam ginseng masakan Korea. Sup ini berisi ayam muda dalam keadaan utuh yang direbus dengan api kecil selama 2-3 jam hingga empuk. Seporsi sup dalam panci kecil biasanya dimakan oleh satu orang.

Samgyetang dimakan dengan dengan tambahan merica, garam, dan kimchi yang disediakan di atas meja. Ayam sudah direbus hingga empuk hingga daging mudah lepas dari tulang. Kuah sup biasanya tidak semua diminum. Setelah daging ayam habis, nasi dimasukkan ke dalam sup.

Setelah isi perut ayam dikeluarkan, ke dalam perut ayam dimasukkan ketan yang sudah direndam sebelumnya dan ramuan tanaman obat yang dipercaya bermanfaat untuk kesehatan. Selain ginseng, Di antara ramuan yang sering dicampurkan adalah kastanye, kacang cemara, buah jujuba kering, bawang putih, daun bawang, dan jahe. Bergantung pada resepnya, tanaman obat seperti gugija (goji), dangsam (akar Codonopsis pilosula), atau danggwi (tang kuei atau Angelica sinensis). Tanaman obat dicampurkan dalam keadaan utuh (tidak dipotong-potong) agar khasiatnya maksimal.

Samgyetang adalah makanan tradisional yang bergizi di musim panas sehingga tubuh yang selalu berkeringat tidak menjadi lemas. Orang Korea biasanya memakan samgyetang pada tiga hari istimewa di musim panas: chobok, jungbok, dan malbok yang merupakan tiga hari terpanas dalam setahun.

Seperti halnya sup ayam yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit di kebudayaan Barat, samgyetang bukan hanya dimakan di Korea untuk mengobati penyakit. Protein dan mineral dari seekor ayam utuh yang direbus dengan tanaman obat dipercaya bisa mencegah penyakit.

Di Korea terdapat rumah makan yang menunya hanya menyediakan samgyetang. Walaupun demikian, rumah makan khusus samgyetang seperti itu terus ramai oleh pembeli karena resep samgyetang dan ramuan obat yang dijaga sebagai rahasia perusahaan. Minuman sewaktu makan samgyetang biasanya adalah anggur ginseng.


* wikipedia
  Lihat juga : sushi tei, burger, tamani

Sate Pokea Sultra

Bagi Anda yang berlibur ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), cobalah berburu Sate Pokea. Sate ini merupakan salah satu makanan khas Sultra yang berbahan utama kerang air tawar dan sangat disukai para penikmat kuliner, terutama wisatawan Nusantara.

Sate Pokea bisa Anda temui di Pohara yang berjarak sekitar 25 kilometer dari Kendari. Selain itu, juga mudah Anda temukan di berbagai lokasi wisata Sulawesi Tenggara, misalnya di Pantai Batu Gong di Desa Soropia, Kecamatan Sampara, Kabupaten Kendari. Jarak Pantai Batu Gong dari Kota Kendari 17 km. Setelah berenang di pantai yang indah, sangat nikmat jika segera menyantap Sate Pokea. Selain kenyang, Anda juga bisa bersantai.

Satu tusuk sate berisi lima hingga enam kerang cukup menggoda selera makan Anda. Apalagi bumbu yang digunakan mirip sate biasa, yaitu kacang tanah yang sudah dihaluskan. Harga sepuluh tusuk Sate Pokea sekitar Rp20.000.

Soal rasa, menurut masyarakat Sultra dan juga wisatawan Nusantara yang datang mencicipi, umumnya mengatakan enak. Sebagai pelengkap, Sate Pokea biasanya dimakan dengan lemper.

Kenikmatan Sate Pokea agaknya memang sudah cukup menyebar. Sebab, pada saat-saat tertentu banyak masyarakat Makassar (Sulawesi Selatan) dan Manado (Sulawesi Utara) yang khusus datang untuk memborong Sate Pokea.


* mediaindonesia